Parenting

Jangan dibentak! 5 Tips Ibu Memberikan Larangan Pada Anak

5/5 - (2 votes)

Jaman selalu berubah seiring berjalannya waktu, seperti kata pepatah “tidak ada yang kekal kecuali perubahan”. Begitulah kira-kira kalimat yang bisa memberikan gambaran untuk masa seperti ini. Semua perubahan terjadi baik di perekonomian, teknologi, informasi, dan tidak terkecuali dalam hal parenting. Ya, parenting pada jaman sekarang merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Tentu saja cara dalam mendidik anak pada masa kini tidak sama dengan cara mendidik anak pada masa dulu. Berikut adalah tips untuk ibu melarang anak dalam melakukan sesuatu.

Jangan memberikan terlalu banyak larangan

Terlalu banyak melarang si kecil bisa menghambat kreativitasnya, karena itu usahakan untuk tidak melarang terlalu banyak. Selain itu, si kecil bisa saja menjadi tertekan dan jika dibiarkan, anak bisa menjadi depresi. Pengawasan terhadap anak sangatlah penting, jadi jika anda melihat si kecil melakukan hal yang berbahaya, barulah larang mereka. Tetapi, terlalu sering melarang tidaklah dianjurkan.

Larang dengan alasan

Lanjutan dari tips pertama, jika memang anda harus melarang si kecil, jelaskan dengan alasan mengapa anda melarang mereka melakukan hal itu. Berikan alasan, penjelasan, dan arahkan ke hal yang lain. Buat anak anda sekiranya paham dan mengerti maksud anda, pastikan juga anda tidak melarang mereka dengan nada yang tinggi. Selain itu, hal ini juga dapat membantu mengembangkan pola pikir si kecil.

Gunakan kalimat yang bisa dipahami anak

Saat melarang anak anda untuk tidak melakukan sesuatu, ibu sebaiknya menghindari penggunaan kalimat yang panjang. Buat supaya apa yang ibu katakan bisa dimengerti dan dipahami si kecil, ibu sedang tidak berbicara kepada orang yang sebaya yang bisa langsung mengerti dan memahami kalimat sulit. Karena itu sebaiknya kalimat yang digunakan jelas, singkat, dan padat. Kalimat yang tegas akan membantu si kecil mengingat mana yang tidak boleh dia lakukan.

Hindari jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’

Penggunaan jawaban ya atau tidak saja akan membuat si kecil kurang mengerti, dan biasanya si kecil akan cenderung mengulangi hal yang sama. Karena itu jangan sekali-sekali menggunakan ya atau tidak, kecuali jika anak memang meminta ijin atau bertanya tentang hal yang pernah ibu ajarkan sebelumnya.

Hanya gunakan ‘tidak’ jika terpaksa

Ada kalanya si kecil menjadi rewel sehingga ibu akan cukup kesulitan untuk mengatasi hal itu. Di saat seperti inilah kata tidak bisa digunakan. Gunakan kalimat yang tegas bukan keras, hindari nada tinggi saat berbicara dengan si kecil, dan hindari juga mengucapkan dengan emosi.

Nah, untuk para ibu-ibu khususnya, semoga tips-tips diatas dapat membantu dalam mengurus dan mendidik si kecil. Semoga infonya dapat bermanfaat, dan jangan lupa untuk mengajak si kecil berlibur sesekali ke taman, kebun binatang, atau ke rumah nenek.

Alawiyah

Hobi menulis sejak kecil, sangat termotivasi dengan yang baik.

Recent Posts

5 Realita Korea Selatan Yang Mungkin Tidak Kamu Tahu

Korea Selatan memang negeri yang belakangan menjadi terkenal karena K-pop dan K-dramanya, selain itu juga…

4 years ago

Berlari vs Bersepeda Mana Yang Lebih Baik?

Sebenarnya apapun jenis olahraganya, asalkan dilakukan dengan baik dan benar pasti akan sama-sama mendatangkan manfaat…

4 years ago

Ini Dia 5 Tips Mendekati Perempuan Tomboy

Bagi sebagian pria, wanita yang tomboy cenderung lebih menarik daripada wanita biasa. Bagi pria yang…

4 years ago

Mengenal Secara Lebih Dekat Apa Itu Deja Vu

Deja vu adalah suatu kejadian dimana kita yakin bahwa kita sedang mengalami atau menyaksikan suatu…

4 years ago

Kesalahan Diet Yang Justru Menghambat Turunnya Berat Badan

Banyak di antara kamu mungkin tak sadar, terkadang saat mencoba cara menurunkan berat badan dan…

4 years ago

Kopi Itu Tidak Selalu Hitam Ada Juga Kopi Bening

Belakangan di media sosial santer mengabarkan soal kopi bening, atau yang diberi nama oleh pembuatnya…

4 years ago

This website uses cookies.